Ternyata hidup itu yah begini. Jauh 180 derajat dari yg pernah aku bayangkan dlu. Ketulusan, kejujuran, kepercayaan, smua nya hilang di dalam kehidupan orang-orang dewasa "yg katanya" sudah bisa berpikir dewasa.
Aku ga ngerti apa maksud dan arti dari kata "DEWASA". Apakah hanya sekedar umur yg bertambah tua? Apakah sekedar perubahan fisik yg nyata? Atau sekedar "17tahun ke atas" ?
Didalam keluarga, pertemanan, persahabatan, relasi, dan sbgnya. Saling menjatuhkan, saling menikam, saling mencurigai, saling menyudutkan, saling menyalahkan, dan entah apalagi yg bisa di lakukan untuk saling menyakiti satu sama lain, seolah telah menjadi kebiasaan dan makanan sehari2.
Ya, itulah kehidupan yg aku lihat dari kacamata kedewasaanku yg kata orgggg, umur 22 tahun itu udh dewasa. Berbeda jauh dgn apa yg aku pernah lihat ketika aku masih dikatakan "anak ingusan". Jika bisa memilih, aku ingin lebih panjang melewati masa kecilku ketimbang masa dewasaku.
Hidup orang dewasa penuh dengan kemunafikan. Aku ga menunjuk "siapa", krn aku juga begitu. Hidup orang dewasa penuh sandiwara dan tipu daya. Bahkan kita, harus di tuntun untuk bisa memainkan peran kita sebaik mungkin krn kalau tidak,kita yg akan tereliminasi. Dan tak jarang tuntutan itu memaksa kita utk melakukan hal2 yg SEBENARNYA org dewasa tau "ITU GA BOLEH!!!"
See ? itulah org dewasa. Yg anak kecil ketahui, bohong itu dosa dan ga boleh. Tp buat org dewasa "bohong ga apa2 klo demi kebaikan". Ini lah kehidupan orang dewasa.
Orang yg telah mengenal kita dan telah kita kenal lama, dlm waktu 1 menit bisa berubah bak tidak pernah mengenal kita. Semua manusia pernah dan melakukan salah, tp tidak kah kita mengenal siapa yg kita kenal ? Pemikiran negatif dan kepicikan membuat kita buta.
Hahhh.. inilah hidup. Ketika aku berusaha untuk berubah, berusaha berbuat benar, dan meluruskan jalanku, tak jarang yg ku terima adlah fitnah dan cemooh. Ketika aku berusaha jujur, ketika aku berusaha berlaku sebagaimana mestinya, dunia seolah memuntahkanku bulat2 dari isi perutnya. Semua orang berubah dan menolakku.
Lalu apakah aku harus menyerah dengan keadaan ini ? Di tinggalkan, meninggalkan, dan sendirian kesepian. Haruskah aku menyerah dan kembali ke dalam kehidupanku yg kelam dlu ?
Seketika ada bisikan kuat yg terdengar dari dalam hati "Sudah,nikmati saja dunia ini,lakukan sesuka,dan perbuat semana kau suka"
Tp tak jarang ada bisikan halus yg slalu terdengar "Ayo berubah, agar hidupmu tidak sia2"
Dan ya, setelah kurang lebih 7 bulan aku merenung, terlepas dari apa yg telah terjadi, jawabku "AKU INGIN BERUBAH". Sekalipun saat ini aku merasa sangat sangat kesepian.
Ternyata perubahan ke jenjang yg lebih baik, pertobatan, tidak semudah mulut ini mengucapkannya. Semakin kita berusaha untuk lurus, semakin kuat goncangan-goncangan dan himpitan yg hendak mendorong kita melenceng ke kanan dan ke kiri.
Hidup oh hidup. Besok mati,ga ada gunanya lagi. Slama aku hidup,aku ingin memberi yg terbaik. Mungkin mawar yg dlu kalian kenal adalah mawar yg egois, munafik, kerasa kepala, bermuka 1000, dan bermulut bisa, tp aku menyesal. Aku ingin berubah, aku ingin hidupku berarti. Aku ingin menjadi sesuatu. Walau tak mudah tapi aku ingin perubahan itu nyata! Krn jujur, aku lelah hidup seperti ini terus menerus selama kurang lebih 22 tahun. Dan aku tak mau seperti ini lagi. Tuhan, bantu aku. Mereka tidak mengenal siapa aku,tp aku tau pasti, Engkau mengenalku.AMIN.
Seperti orang dewasa bilang = From nothing to something....
Gbu all !

